10 Makanan Berbahan Babi untuk Cap Go Meh yang Sarat Makna dan Tradisi

Perayaan Tahun Baru Imlek memang telah berlalu, tetapi rangkaian perayaan belum benar-benar usai. Puncaknya akan tiba pada Cap Go Meh, hari ke-15 setelah Imlek yang menandai penutupan rangkaian Tahun Baru Tionghoa. Di berbagai kota di Indonesia, seperti Singkawang, Pontianak, dan Jakarta, Cap Go Meh dirayakan dengan festival budaya, arak-arakan, hingga sajian makanan khas yang penuh simbol keberuntungan.

Dalam tradisi Tionghoa, makanan bukan sekadar santapan. Setiap hidangan mengandung makna, doa, dan harapan untuk rezeki yang lancar, kesehatan, serta keharmonisan keluarga. Salah satu bahan yang kerap hadir dalam perayaan Cap Go Meh adalah daging babi. Dalam simbolisme budaya Tionghoa, babi melambangkan kemakmuran dan kelimpahan rezeki.

Berikut sepuluh makanan berbahan babi yang sering disajikan menjelang dan saat Cap Go Meh.

1. Babi Panggang

Babi panggang menjadi salah satu hidangan paling ikonik dalam tradisi Tionghoa. Daging dipanggang hingga kecokelatan dengan kulit renyah dan bagian dalam yang tetap juicy. Sajian ini kerap melambangkan kemakmuran dan keberhasilan.

2. Siu Yuk

Siu yuk dikenal dengan kulitnya yang super garing dan daging yang lembut. Tekstur kontras inilah yang membuatnya selalu dicari saat perayaan besar seperti Cap Go Meh. Hidangan ini sering menjadi menu utama dalam jamuan keluarga.

3. Char Siu

Char siu atau babi panggang merah memiliki cita rasa manis gurih dengan aroma khas. Potongan daging direndam dalam saus berbumbu sebelum dipanggang hingga berwarna merah kecokelatan. Menu ini populer karena tampilannya yang menarik dan rasanya yang kaya.

4. Bak Kut Teh

Bak kut teh adalah sup tulang babi yang direbus bersama aneka rempah seperti bawang putih dan lada. Kuahnya hangat dan aromatik, cocok disajikan dalam suasana kebersamaan keluarga menjelang Cap Go Meh.

5. Babi Kecap Manis

Babi kecap manis memiliki cita rasa manis gurih yang lembut. Dimasak dengan kecap dan bumbu rempah hingga meresap, hidangan ini mudah diterima semua kalangan dan sering menjadi favorit lintas generasi.

6. Babi Asam Manis

Perpaduan rasa asam dan manis dalam hidangan ini melambangkan keseimbangan hidup. Potongan babi digoreng lalu dilapisi saus dengan tambahan paprika dan nanas untuk menambah kesegaran.

7. Lumpia Isi Babi

Lumpia berbahan daging babi cincang menjadi camilan populer saat kumpul keluarga. Teksturnya renyah di luar dan gurih di dalam, cocok sebagai hidangan pembuka sebelum sajian utama.

8. Babi Goreng

Babi goreng berbumbu sederhana tetapi kaya rasa. Digoreng hingga keemasan dengan tekstur renyah, menu ini sering menjadi pelengkap hidangan utama dalam perayaan Cap Go Meh.

9. Babi Kecap Pedas

Bagi penyuka cita rasa pedas, babi kecap pedas menghadirkan sensasi berbeda. Perpaduan manis, gurih, dan pedas memberi warna pada meja makan keluarga.

10. Lo Bak Peng

Lo bak peng atau lobak goreng dengan campuran daging babi cincang merupakan hidangan street food khas kawasan Tionghoa. Sajian ini menambah variasi menu saat perayaan Cap Go Meh.

Makna Kuliner dalam Perayaan Cap Go Meh

Cap Go Meh bukan hanya penutup perayaan Imlek, tetapi juga simbol penyempurnaan doa dan harapan yang telah dipanjatkan sejak awal tahun lunar. Sajian makanan menjadi media untuk mempererat kebersamaan dan menguatkan nilai tradisi.

Hidangan berbahan babi dalam budaya Tionghoa kerap dikaitkan dengan simbol kelimpahan. Namun lebih dari itu, makanan menjadi sarana membangun keharmonisan keluarga dan mempererat hubungan sosial.

Menjelang Cap Go Meh, banyak keluarga mulai menyiapkan menu spesial untuk merayakan momen ini bersama orang-orang terdekat. Kehangatan di meja makan menjadi bagian penting dalam menyempurnakan rangkaian perayaan Tahun Baru Tionghoa. #

Share Yuk:
Scroll to Top